Sejarah



sukomoro nganjuk adalah salah satu kecamatan yang berada di timur kabupaten nganjuk, dengan jalan raya atau jalan negara yang berada di tengah-tengah desa tersebut. Dengan kata lain jalan raya yang menjadi jalur penghubung antara Surabaya ke madiun ataupun sebaliknya.

Mata pencarian masyarakat di sukomoro nganjuk ini, umumnya bertani bawang merah atau brambang dan berdagang. Tak heran andai sukomoro menjadi sentra bawang merah karena masyarakatnya yang mayoritas menekuni bawang merah tersebut.

Sukomoro nganjuk yang sudah di kenal oleh kota-kota lain karena hasil buminya yaitu penghasil bawang merah, ternyata di sisi lain masih menjaga atau nguri-nguri kebudayaan leluhur. Mulai dari nyadranan, selametan, tayuban, piton-piton, wayang timplong dan lain-lain.

semangat religius juga tampak di sukomoro nganjuk, terlihat dari perayaan hari-hari besar islam seperti maulid nabi, khalal bi khalal, rejeban dan takbiran keliling desa, bukan hanya itu, di kelurahan sukomoro nganjuk ini juga terdapat pondok pesantren modern (Al-Islam). juga terdapat gereja kecil yang dekat dengan mushola, tak hanya itu juga ada klenteng Hok yoe kiong yang berdekatan dengan masjid besar sukomoro. Sikap saling menghormati dan persaudaraan sangat terlihat di sukomoro nganjuk ini.